Inilah 6 Alasan Kenapa Microsoft Kini Gemar Menggratiskan Produknya
By
Febian |
Dulu sangat sulit dipercaya jika Microsoft mau menggratiskan berbagai
produk dan layanannya. Tetapi lihat..kini mereka malah gemar
menggratiskan berbagai macam produknya. Mereka mengawalinya dengan
menggratiskan Windows untuk device berukuran layar dibawah 9 inch. Window Phone bahkan juga digratiskan lisensinya untuk beberapa lusin partner OEM mereka. Lalu mereka menyambungnya dengan
menggratiskan beberapa fitur premium di Skype.
Seolah belum puas bagi-bagi gratisan, Microsoft pagi tadi mengumumkan kalau
Microsoft Office untuk Android dan iOS juga digratiskan. Pengguna Office untuk mobile tersebut kini bisa mengedit dan membuat dokumen tanpa harus menjadi pelanggan Office 365.
Yup..Microsoft telah berubah! Tapi kenapa?
Selalu ada alasan dibalik sebuah perubahan, begitu juga dengan
perubahan yang terjadi dalam diri Microsoft. Dari pengamatan kita,
setidaknya ada 6 alasan yang menyebabkan Microsoft kini gemar
menggratiskan produk dan layanannya.
Menjaga Eksistensi
Ini adalah alasan pertama kenapa Microsoft kini gemar menggratiskan
produknya. Dalam beberapa tahun terakhir, eksistensi Microsoft mulai
digerogoti oleh kompetitornya seperti Google dan Apple. Katakanlah
Microsoft Office. Eksistensi nya beberapa waktu lalu sempat terancam
oleh adanya Google Docs yang bisa diakses secara online dan gratis oleh
penggunanya.
Eksistensi Microsoft Office terancam.
Karena itulah mereka langsung merilis Office Online untuk menyaingi
Google Docs versi gratis, dan merilis Office 365 untuk menyaingi Google
Docs for Business.
Tidak ingin eksistensi Microsoft Office di dunia mobile terancam
juga, mereka akhirnya memutuskan untuk menggratiskan Office di Android
dan iOS. Dengan gratisnya Microsoft Office ini tentu saja pengguna
Android dan iOS akan lebih memilih menggunakan Office asli daripada
aplikasi alternatif lain yang tersedia. Eksistensi Microsoft Office pun
akan tetap terjaga.
Tablet Windows dan Windows Phone juga sangat sulit memasuki pasar
karena selain sudah terlambat masuk, dunia tablet dan smartphone juga
tengah dikuasai oleh Android. Supaya bisa bersaing dengan device Android
yang kebanyakan dibandrol dengan harga terjangkau, maka Microsoft
memutuskan untuk menggratiskan Windows untuk device berukuran kurang
dari 9 inch dan Windows Phone untuk beberapa partner OEM mereka.
Hasilnya tablet Windows dan Windows Phone murah mulai bermunculan ke
pasar meskipun belum begitu tersebar dengan baik. Tetapi setidaknya
strategi ini bisa membantu menjaga eksistensi Windows di dunia mobile.
Fokus Utama Bukan Lagi Menjual Software
Microsoft sudah mengumumkan bahwa mereka kini telah merubah fokus
dari perusahaan software menjadi perusahaan device dan layanan. Ini
artinya mereka tengah berupaya mengubah sumber pemasukan utama
perusahaan dari yang sebelumnya berasal dari lisensi software menjadi
dari produksi device dan biaya layanan.
Software buatan mereka seperti Windows dan Windows Phone kemungkinan
akan lebih difungsikan sebagai media perantara saja agar device dan
layanan mereka semakin laku keras.
Ekspansi Layanan
Prinsip mobile first dan cloud first yang dianut oleh Satya Nadella
akan sulit dilakukan jika mereka tidak menggratiskan berbagai produk dan
layanannya untuk mobile. Yup..di dunia mobile Microsoft bisa dibilang
terlambat masuk. Tablet dan smartphone kini sudah dipenuhi dengan
Android dan iOS. Windows Phone pun masih berada di posisi ketiga OS
mobile terpopuler dengan jarak yang masih cukup jauh dengan dua rival
utamanya.
Untuk itu supaya layanan mereka bisa masuk ke dunia mobile mereka
harus merilisnya secara cross platform. Jadi jangan heran jika sekarang
Microsoft rajin merilis produknya seperti Office, OneDrive, Outlook,
bahkan Microsoft Bands secara cross platform. Jika tidak dirilis cross
platform maka akan sulit bagi produk dan layanan Microsoft untuk
menguasai pasar.
Nah..untuk semakin mempercepat ekspansi produk dan layanan mereka ke
dunia mobile, menggratiskan layanan tersebut adalah cara yang sangat
jitu. Hal itulah yang mendasari kenapa Microsoft Office untuk Android
dan iOS akhirnya digratiskan tadi pagi.
Sumber Pendapatan Utama dari Enterprise
Sumber pendapatan terbesar Microsoft berasal dari perusahaan dan
kalangan enterprise. Untuk itu dengan menggratiskan berbagai produk dan
layanan untuk konsumer rumahan tidak akan mengurangi penghasilan mereka
dari kalangan enterprise.
Bahkan dengan menggratiskan produk dan layanannya untuk konsumer,
maka akan membuat banyak orang terbiasa menggunakan produk Microsoft.
Mereka akan tergantung dengan produk tersebut dan ketika mereka sampai
di level enterprise (bekerja, berbisnis, dsb), maka produk Microsoft lah
yang akhirnya akan menjadi pilihan.
Menggratiskan produk dan layanannya untuk kalangan konsumer seperti
sebuah investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan mereka
dari kalangan enterprise.
Gratis = Tidak Benar-benar Gratis
Kalau dilihat dengan lebih mendalam, sebenarnya Microsoft tidak
benar-benar menggratiskan produknya secara total. Dalam menggratiskan
produk dan layanan mereka tetap menggunakan konsep Freemium (gratis
dengan opsi berbayar untuk fitur premium).
Hal ini bisa kamu lihat dengan digratiskannya Office Online tetapi
untuk fitur premium baru bisa didapatkan di Office 365. OneDrive juga
digratiskan dengan alokasi storage terbatas, sedangkan untuk alokasi
storage yang lebih besar bisa didapatkan dengan berlangganan Office 365
atau upgrade ke paket premium.
Hal yang sama juga terjadi di Skype dan Office untuk mobile.
Dengan begitu sebenarnya Microsoft menggratiskan berbagai produk dan
layanannya dengan tujuan supaya penggunanya semakin banyak, sehingga
diharapkan akan ada semakin banyak juga yang terkonversi menjadi
pengguna premium layanannya.
Persaingan yang Semakin Ketat
Dari setiap persaingan antar perusahaan, biasanya konsumen lah yang
diuntungkan. Hal ini jugalah terjadi di kasus ini. Microsoft berubah
akibat persaingan yang begitu ketat dengan kompetitornya seperti Google,
Samsung, dan Apple.
Untuk bisa menang di persaingan itulah Microsoft mau melakukan apa saja, termasuk menggratiskan beberapa produk dan layanannya.
Itulah 6 alasan kenapa Microsoft kini gemar menggratiskan produk dan
layanannya. Apakah menurut kamu ada alasan lain yang mendasari hal ini?
Sumber : Winpoin.com